Свяжитесь с нами

Sejarah Singkat Sou Raja di Kota Palu

Автор: mikewazowski 17.04.2023

Bangunan Sou Raja dibangun slot thailand pertama kali pada abad ke-19 Masehi, agar ia merupakan bangunan cagar alam yang dijaga kelestariannya oleh pemerintah. Tidak tersedia yang diubah sedikit pun dari bangunan tersebut, agar sebagai pengunjung Anda bakal mendapati bangunan yang serupa dengan bangunan Souraja yang dulu.

Fungsi dari pembangunan Sou Raja adalah tempat tinggal keluarga kerajaan, yakni Raja dan keluarga dekatnya. Karena berfungsi sebagai tempat tinggal, ia termasuk mempunyai faedah sebagai pusat kerajaan. Inilah kenapa di sekitar Souraja, dulunya lumayan ramai sebagai tempat beraktivitas masyarakat.

Pada pemerintahan kolonalisme Jepang, tempat ini berubah faedah sebagai kantor pemerintahan Jepang. Hal berikut berlangsung pada tahun 1942 – 1945, Sou Raja tidak bisa ditinggali oleh bangsawan dan keluarga Raja. Kemudian di tahun 1958, rumah ini berubah faedah sebagai markas dan asrama Tentara Nasional Indonesia.

Proses Pendirian Sou Raja

Pendirian Sou Raja tidak joker gaming dikerjakan secara sembarangan, pendahulu dari bangsawan Kerajaan Palu jalankan tahannus terutama dahulu untuk membangun dan mendapatkan lokasi yang tepat. Setelah beroleh gambaran mengenai baik dan buruknya tanah, maka pembangunan dikerjakan di lokasi yang terbaik.

Terdapat beberapa bagian sistem pembuatan bangunan dan konstruksi Sou Raja, yakni penentuan bahan bangunan dan sistem pembuatannya. Persiapan pembangunan dikerjakan dengan pilih kayu yang sempurna, sudah pasti kayu yang digunakan tidak serupa dengan kayu yang dipakai untuk membangun rumah penduduk.

Proses pemotongan kayu yang dikerjakan termasuk perlu ikuti rutinitas yang berlaku dan ditentukan posisi jatuhnya. Sehingga ketika sudah ditebang, posisi jatuhnya kayu berikut memberi tambahan berkah kepada pembuat bangunan Sou Raja. Kayu yang digunakan untuk membangun rumah kerjaan ini tersedia dua buah, yakni kayu ulin dan kayu kapas.

Penebangan sampai pemasangan kayu di Sou Raja lewat serangkaian upacara yang sakral. Hal berikut sebagai penanda bahwa bangunan yang didirikan bukanlah bangunan yang sembarangan. Ketika membangun tempat ini, permaisuri dan keluarga raja diharuskan untuk berperut kenyang, dan menghadap arah sesuai dengan firasat yang dimiliki oleh raja.

Akhirnya rumah rutinitas ini selesai dan menjadi bangunan tempat tinggal keluarga raja, walaupun sesudah itu sempat diambil alih alih beberapa kali dan diserahkan kepada pemerintah. Menariknya walaupun pakai kayu sebagai bahan utama pembuatan, bangunan ini tahan gempa.

 

Оставьте комментарий